Tampilkan postingan dengan label smk binusa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smk binusa. Tampilkan semua postingan

Maulid Nabi SAW Februari 2011

Maulid Nabi Muhammad SAW hari Sabtu 19 Februari 2011 dirayakan dengan berbagai aktifitas akademika antara lain perlombaan antar siswa dan antar kelas, dengan harapan siswa belajar dan terbiasa untuk bersaing secara sehat sehingga terbina pola sportif dalam kehidupan sehari-hari, dengan pola sedemikian siswa tidak hanya diajarkan untuk memenangkan dan unggul dalam sebuah persaingan, akan tetapi siswa diajarkan sikap untuk berani dan belajar untuk kalah dalam ajang kompetisi.

Kemeriahan berlanjut ketika siswi membawakan tari saman yang terkenal dengan tarian "seribu tangan", pidato, teather, apresiasi puisi bahkan band dan akustik siswa SMA Almubarak dan SMK Binusa adakan.

Setelah berbagai kegiatan dilaksanakan, Penutupan dilakukan dengan siraman rohani bagi seluruh civitas akademika SMA Almubarak - SMK Binusa oleh "Ustad Cinta" 

"Teather"

 

" Band"

Tari "Saman"

















Kurikulum

Kurikulum yang digunakan SMK Bintang Nusantara (Binusa) merupakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang disusun oleh tim pengembang kurikulum SMK Bintang Nusantara (Binusa).

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian  dengan kekhasan, kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.

Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Info PSB 2011

KABAR GEMBIRA!!!

Panitia PSB tahun ajaran 2011-2012 SMK Bintang Nusantara (Binusa)  Memberikan peluang bagi lulusan SMP/MTs untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu di SMK Bintang Nusantara (Binusa) Pondok Aren Tangerang Selatan Banten.

  1. Pilihan A
Dengan biaya sekolah yang sangat MURAH yakni hanya dengan Rp. 1.700.000 saja maka putra-putri anda sudah mendapatkan pendidikan di SMK Bintang Nusantara (Binusa), dengan tersebut  sudah termasuk biaya seragam dan SPP bulan Juli 2011, Ayo segera daftar kan diri putra-putri anda sebelum terlambat, promosi ini terjadi hanya 1 (satu) kali kesempatan saja.

     2. Pilihan B (PAKET NETBOOK)
 
Paket B adalah paket yang memberikan kesempatan kepada  siswa SMK Bintang Nusantara (Binusa) untuk dapat berkembang dengan kemajuan teknologi dan informasi (IT) yaitu dengan memberikan paket netbook bagi pendaftar dengan biaya Rp. 4.500.000,- termasuk seragam, SPP bulan Juli 2011.

Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi sekretariat PSB SMK Bintang Nusantara (Binusa) Jl Raya Pondok Aren - Jombang No 15 Pondok Kacang Timur Bintaro Sektor IX Tangsel. Telp. (021) 748.648.47 - 748.607.17 - 745.89.12 atau via email bintang.nusantara@gmail.com

Untuk calon siswa SMK Bintang Nusantara yang akan mendapatkan paket netbook silahkan kunjungi "Info PSB" SMK Bintang Nusantara  silahkan klik menu Info PSB situs ini atau klik disini
SMK Bintang Nusantara (Binusa) adalah Sekolah yang merupakan Rintisan Sekolah Standar nasional (RSSN) pada tahun 2011 yang mendapat subsidi pemerintah provinsi Banten sehingga dapat memberikan peluang bagi putra-putri anda mengecap dunia pendidikan yang memiliki fasilitas lengkap yakni:
  • Tenaga pendidik (SDM) yang handal (bersertifikat)  yang akan menjadikan putra-putri anda dapat  menggapai mimpi yang gemilang
  • Fasilitas yang representatif sebagai penunjang proses belajar yang nyaman.
  • lokasi strategis mudah di jangkau dan bernuansa Islami.
  • Ruang kelas baru sehingga memberikan kenyamanan bagi peserta didik dalam KBM.
  • Ruang Laboratorium "Komputer" (KKPI)
  • Ruang Laboratorium "Teknik Komputer dan Jaringan" (TKJ).
  • Ruang Laboratorium Multimedia di lengkapi WIFI sehingga siswa-siswi dan pengunjung  dapat meninkmati akses internet tanpa batas (unlimited) secara gratis
  • Luas tanah 1.015 Ha. dengan gedung lantai II
  • Serta beasiswa bagi siswa berprestasi dan tidak mampu.

PROFILE SMK BINUSA

1.Nama Sekolah    :SMK BINTANG NUSANTARA
2.(NIS)        :-
3.(NPNS)    :-
4.(NSS)        :-
5.Alamat Sekolah: Jln. Raya Pondok Aren - Jombang No. 10 Rt. 15/ 06 Pondok Kacang Timur 15226 Kecamatan Pondok Aren - Kota Tangerang Selatan Propinsi Banten Telp.(021) 7458912 – 74864847
6.Status Sekolah: Swasta
7.Nama Yayasan    : Yayasan Almubarak
8.Akte Pendiri     : 61; 29 Maret 1995
9.Tahun Berdirinya Sekolah    : 2008
10.Luas Tanah Sekolah    : 10.150 m2
11.Luas Bangunan Sekolah: 3.600 m2
12.Status Tanah    : Milik Sendiri
13.Status Bangunan : Milik Sendiri
14. Nomor Sertifikat Tanah / Akte Jual Beli: 1600; 1601; 1602 / Agr / 22 Juni 1991 dan 1754 / 14 Agustus 2007
15.Visi Sekolah    : Menciptakan Sekolah Berbudaya dan Islam untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia menuju Insan Kreatif, Inovatif, Produktif, dan mandiri, Berlandaskan Akhlaqul Karimah.
16.Misi Sekolah:
1. Mendidik dan membekali anak bangsa agar memiliki jiwa kreatif menuju insan yang berprestasi.
2. Mendidik dan mengarahkan anak bangsa menuju insan yang inovatif dalam berbahasa, berpenampilan, dan berkarya.
3. Menanamkan “Akhlaqul Karimah” sebagai pondasi dalam menghadapi tantangan menuju sukses di masa datang.
4. Mewujudkan cita - cita  anak bangsa untuk menjadi insan yang produktif .

Selamat datang di official site SMK Binusa

SMK Bintang Nusantara atau SMK Binusa merupakan sekolah menengah kejuruan yang berdiri pada tahun 2010 yang dipimpin oleh Bapak Sadiyanto S.Pd, SMK Binusa merupakan salah satu sekolah dibawah yayasan Almubarak yang bernuansa Islami.

SMK Binusa saat ini memiliki program studi Bisnis dan Manajemen dengan jurusan Administrasi Perkantoran (AP), Akuntansi dan Keuangan (AK). sedangkan untuk program studi Informasi dan Tekhnologi (IT) saat ini memiliki jurusan Mulimedia (MM), Tekhnik Komputer dan Jaringan (TKJ).

SMK Binusa dharapkan mampu memberikan kemudahan bagi generasi bangsa untuk siap menghadapi tantangan era urban, era modernisasi dan era globalisasi. mempersiapkan siswa untuk terjun di masyarakat luas khususnya keranah dunia kerja,  bahkan kejenjang pendidikan  yang lebih tinggi lagi yakni mlanjutkan ke perguruan tinggi.

Di SMK Binusa siswa tidak hanya diberkan ilmu berbasis IPTEK semata, namun siswa SMK Binusa juga dberikan bekal keagamaan (religiosity) sehingga siswa mampu untuk berakhlak mulia disekolah dan dimasyarakat sekaligus mampu menjaga nama baik almamater.

Semoga dengan kehadiran situs ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar Pondok Aren kota Tangerang Selatan  dan sekitarnya dalam mendapatkan informasi mengenai eksistensi SMK Binusa.

Paskibra SMK Bintang Nusantara (Binusa)

Paskibra SMK Bintang Nusantara (Binusa) adalah salah satu kegiatan ekstrakurikuler, dan SMK Binusa juga memiliki ragam ekskul salah satunya adalah "Photografi", ekskul yang cukup diminati siswa SMK Binusa, ekskul di SMK Binusa cukup lengkap, dengan harapan dapat memberikan bekal keorganisasian, kedisiplinan, dan kebugaran dan lain-lain, hal ini sangat banyak sekali keuntungan yang didapat dengan mengikutinya.

Kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang ada di SMK Binusa yang ada diataranya adalah:


  1. Paskibra
  2. Rohis
  3. Photografi
  4. Futsal
  5. dll
Siswa SMK Binusa juga bebas memilih kegiatan yang diminati, hal ini merupakan salah satu pengembangan diri dan eksplorasi bakat dan minat siswa.

KEMERDEKAAN: Antara Ada dan Tiada


KabarIndonesia – Merdeka dan kemerdekaan. Dua kata ini secara berkala akan jadi agenda penghuni telinga kita di bulan Agustus setiap tahun. Sebab utamanya adalah karena ada rutinitas peringatan hari keramat yang amat bersejarah bagi bangsa Indonesia, yakni saat diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia lebih enam puluh tahun silam, dan sejak itu Indonesia merasa lepas dari penguasaan bangsa lain. Indonesia kemudian berdiri sebagai sebuah negara baru terhitung sejak tanggal 17 Agustus 1945. Persoalan yang kemudian hampir selalu mengemuka disaat momentum itu tiba adalah ketika banyak orang dari bangsa ini mencoba melakukan kontemplasi atau perenungan atas apa itu merdeka dan kemerdekaan. Secara real-nya, pertanyaan ini senantiasa muncul adakah kita benar-benar merdeka? Benarkah kemerdekaan itu menjadi milik bangsa ini sejak masa proklamasi kemerdekaan itu dikumandangkan?
Menelaah sebuah kemerdekaan, tentu saja kita sedang berusaha memaknai atau tepatnya mencari makna atas apa yang dinamakan merdeka dan kemerdekaan. Secara harfiah banyak orang memahami kemerdekaan sebagai suatu keadaan bebas dari tekanan dan perintah orang lain. Bagi sebagian orang lagi, kemerdekaan lebih dilihat dari sisi kebebasan berbuat untuk menghidupi diri sendiri tanpa harus diatur oleh sesiapapun. Dalam konstelasi kebangsaan (sekumpulan orang), kemerdekaan dimengerti sebagai kebebasan untuk mengatur kehidupan kebangsaan bangsanya sendiri alias tidak diperintah oleh bangsa lain.
Selanjutnya, ketika suatu bangsa telah memulai mengatur kumpulannya sendiri, dengan membentuk badan-badan atau organisasi yang difungsikan sebagai pengatur atau pemerintah bagi kawanannya sendiri, sekaligus juga menciptakan berbagai aturan yang harus ditaati oleh anggota bangsa itu, maka jadilah bangsa dimaksud sebagai sebuah negara. Matt Rosenberg mengklasifikasi negara bangsa (nation state) sebagai sebuah negara yang terdiri dari satu bangsa saja. Jadi, ketika sebuah negara terdiri dari beberapa bangsa di dalamnya, negara tersebut diistilahkan sebagai “State” (negara) saja, atau negara multi bangsa. Menggunakan teori ini, maka kita dapat beranggapan bahwa Indonesia bukan negara bangsa. Kenyataan inilah yang menyebabkan adanya gerakan-gerakan “memerdekakan bangsa” di berbagai daerah di tanah air.
Kembali kepersoalan makna kemerdekaan tadi. Pengertiannya akan lebih dipahami secara komprehensif hanya dengan mengelaborasinya melalui pembandingan dengan pengertian-pengerti an yang dianut oleh orang lain (bangsa lain). Secara umum, masyarakat dunia menterjemahkan kata merdeka menjadi “independent” dan kemerdekaan sebagai “independence” . Dari banyak kamus yang menjadi rujukan, kata independent ini didefinisikan sebagai “self-governing” yang artinya kira-kira memiliki pemerintahan sendiri terlepas dari campur tangan kekuasaan bangsa atau negara lain.
Dari pengertian tersebut di atas, adalah keliru jika kita menanyakan kepada rakyat, terutama rakyat yang sengsara, apakah mereka sudah merasa merdeka atau belum. Kebanyakan rakyat akan menjawab: belum. Terutama karena himpitan persoalan hidupnya yang mengekang kebebasan-nya dari ikatan kemelaratan dan tekanan-tekanan hidup yang parah. Dikatakan keliru, karena sesungguhnya, kemerdekaan itu lebih bersangkut-paut dengan persoalan pemerintahan, yang notabene berada pada rana kenegaraan. Indonesia sudah merdeka berarti negara ini tidak lagi diperintah oleh bangsa atau negara lain. Jadi, kemerdekaan itu tidak secara otomatis berarti bahwa rakyat akan merasa terbebas dari sebuah kungkungan pemerintahan yang tidak diinginkannya. Bagi rakyat, hakekatnya kemerdekaan itu tidak bermakna sama sekali.
Jaman penjajahan dahulu, baik oleh Belanda, Inggris, maupun oleh Jepang, rakyat diperintah oleh sebuah institusi pemerintahan. Sekarang ini, rakyat juga dibawah kendali perintah dari sebuah institusi pemerintahan. Bedanya, dulu oleh bangsa lain yang biasanya kita sebut pemerintahan asing, sekarang oleh bangsanya sendiri. Keadaannya tidak berbeda. dijaman pemerintahan asing sebagian rakyat menikmati hidup dengan baik, sebagian lagi menderita hidup melarat. Jaman pemerintahan sendiri sebagian rakyat bernasib baik menikmati hidup sejahtera, sebagian lagi hidup merana. Kesimpulannya, kemerdekaan hanya punya makna untuk bangsa Indonesia, tapi tidak untuk rakyat Indonesia. Dalam konteks ini, keikutsertaan rakyat dalam setiap perayaan kemerdekaan sesungguhnya adalah sesuatu yang sia-sia, kalau tidak dapat disebut pengelabuian manusia Indonesia oleh teman sebangsanya sendiri. Perayaan kemerdekaan oleh rakyat ibarat kegirangan dipanas terik melihat air di kejauhan padahal itu
hanyalah fatamorgana belaka.
Namun demikian, optimisme rakyat terhadap sebuah kemerdekaan yang dimiliki bangsanya sesungguhnya perlu dibangun tidak melalui apa arti merdeka, tapi melalui pemahaman akan apa arti self-governance atau pemerintahan sendiri. Ada dua hal utama yang perlu dimaknai secara benar atas apa yang kita maksudkan dengan pemerintahan sendiri. Pertama, bahwa dengan adanya pemerintahan sendiri dalam suatu negara, itu berarti bahwa bangsa ini harus benar-benar terbebas dari kendali pemerintahan atau kekuatan asing. Independensi negara dari kekuatan negara lain berlaku di segala sisi kehidupan kenegaraan, baik ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan-keamanan , dan lain-lain. Bercermin pada ketentuan “pengertian pemerintahan sendiri” seperti ini, maka dapat dibenarkan jika sebagian orang beranggapan bahwa kemerdekaan Indonesia hanyalah isapan jempol belaka. Indonesia belum merdeka.
Bukti ketidak-merdekaan itu terlalu banyak untuk disebutkan. Kasus PT. Freeport di Papua yang sudah menelan korban jiwa rakyat adalah borok busuk “pemerintahan sendiri” yang dikendalikan oleh asing hingga kini. Berkeliarannya pelaku terorisme, pengedar narkotika, laskar-laskar “preman berjubah”, dan jaringan kejahatan lainnya yang tidak terselesaikan di Indonesia dan tak akan pernah berakhir, adalah bagian dari konspirasi kekuatan asing yang “memerintah” bangsa ini. Tujuan utama pemerintah asing itu adalah agar bangsa Indonesia makin lemah dan dapat didikte sepanjang masa. Belum lagi persoalan koruptor yang kabur membawa jarahan uang rakyat ke negara kecil Singapura yang tidak mampu diselesaikan “pemerintahan sendiri” akibat ketakutan bangsa ini terhadap negeri “cilik” itu. Daftar panjang bukti empiris lainnya masih menunggu untuk disebutkan, tapi hingga berbusa mulut menyebutkan satu per satu seakan tidak ada habis-habisnya.
Hal kedua adalah, bahwa dengan adanya pemerintahan sendiri dalam suatu negara, seharusnya tujuan hidup berbangsa (boleh dibaca bernegara) semestinya dapat terealisasi dengan pasti setahap demi setahap. Bukankah pembentukan pemerintahan sendiri bermakna ingin menggantikan pemerintahan asing yang gagal mewujudkan tujuan hidup berbangsa Indonesia? Bila keadaan hidup rakyat sebagai anggota masyarakat pembentuk bangsa Indonesia tidak berbeda dengan kondisi saat diperintah oleh asing, dus apa arti perjuangan memperoleh kemerdekaan itu? Bukankah usaha itu hanyalah kesia-siaan alias kemubaziran yang oleh rekan-rekan muslim dipercaya sebagai teman-nya setan?
Tujuan hidup berbangsa amat jelas tertuang dalam 5 tujuan pokok bangsa ini merdeka, yakni: melindungi segenap bangsa Indonesia, melindungi seluruh wilayah tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa, dan ikut berpartisipasi menertibkan dunia. Hal-hal ini jelas tercantum dalam aturan dasar kenegaraan Indonesia yang disebut UUD. Tujuan-tujuan yang ingin diwujudkan itu amat terang-benderang, dan memang itulah yang akan menjadi penanda jika benar negara ini telah merdeka. Negara merdeka yang memiliki pemerintahan sendiri dengan tugas pokok mengarahkan gerak langkah bangsanya menuju tercapainya suatu keadaan dimana segenap bangsa terlindungi, setiap jengkal wilayah tanah air terjaga, rakyat sejahtera, rakyat cerdas-trampil, dan pada level internasional kita punya posisi kuat untuk menjaga ketertiban dunia.
Melihat kenyataan di lapangan, bagaimana kita mampu berkata bahwa negara ini sudah merdeka sekian puluh tahun? Fenomena kesurupan masal di banyak sekolah di berbagai daerah adalah satu indikasi bahwa begitu banyak murid sekolah yang menderita stress oleh situasi dan kondisi bersekolah di tanah airnya yang amat menyengsarakan. Mulai dari pembelian buku beratusan ribu bahkan jutaan rupiah, pakaian seragam sekolah yang mahalnya ampun-ampunan, sampai pada ketidak-mampuan bayar uang sekolah dan menghasilkan banyak tubuh siswa bergelantungan, mati muda sia-sia.
Penjagaan wilayah? Dua-tiga pulau di perbatasan hilang satu demi satu dicaplok oleh negara lain. Pelebaran daratan Singapura menggunakan pasir “halal & haram” dari wilayah perairan Riau secara berkala akan menggeser batas territorial perairan di antara Indonesia dengan Singapura yang pinggiran pantainya semakin jauh ke arah negara kita. Penangkapan ikan oleh kapal-kapal asing, bahkan hingga membakar dan membunuhi pelaut-pelaut tradisonal Indonesia di wilayah perairan nusantara adalah contoh kasus lainnya dari ketidak-mampuan “pemerintahan sendiri” mewujudkan tujuan negara ini merdeka. Apa arti kemerdekaan yang diperoleh di tahun 1945 itu jika kita hanya memiliki pemerintahan sendiri yang lemah syahwat, dan hanya menjalankan peran sebagai pemerintahan boneka bagi pihak asing?
Berbicara tentang pemerintahan sendiri tidak terlepas dari autonomous government (pemerintahan otonom). Yang oleh karena itu, kita mestinya juga melihat hal ini sebagai permasalahan bertingkat. Pada level dunia, Indonesia telah mencoba, walau belum sempurna, membentuk pemerintahan sendiri terlepas dari kekuasaan negara lain, dalam hal ini dari pemerintah kerajaan Belanda. Di tingkat nasional, setiap masyarakat di daerah-daerah menginginkan adanya pemerintahan otonom di wilayahnya. Selanjutnya, di tingkat wilayah propinsi, bertaburan suara masyarakat yang mendambakan pemerintahan otonom bagi daerahnya, semisal pembentukan propinsi baru, kabupaten baru, kecamatan baru, hingga ke pembentukan desa/kelurahan baru. Setiap kelompok masyarakat di mana-mana mengharapkan kemerdekaan bagi komunitas di wilayahnya. Fenomena ini menunjukkan bahwa ternyata kemerdekaan itu sejatinya merupakan kebutuhan hakiki manusia hingga ke kelompok terkecil.
Berdasarkan hal tersebut, jika dirunut hingga ke lingkup yang paling kecil lagi, yakni kemerdekaan setiap individu rakyat, diperlukan sebuah keiklasan untuk memampukan setiap orang melakukan “pemerintahan diri sendiri” atau yang disebut otonomi individu. Pada tingkat ini, kebebasan atau dalam istilah asing disebut freedom, menjadi pandu dalam setiap sikap dan pola laku masing-masing individu rakyat. Freedom sebagai implementasi kemerdekaan bagi setiap orang perlu dihargai, dihormati, dan penerapannya wajib diakomodasi oleh negara merdeka. Setiap orang diberi hak untuk bebas berpendapat, bebas berekspresi, bebas berusaha memperbaiki tingkat ekonominya, bahkan bebas untuk menentukan patron pendidikan yang dikehendakinya. Hanya dengan cara membebaskan rakyat dari keterikatannya dengan berbagai aturan paternalistik yang membelenggu kreativitas dan potensi dirinya, mereka akan tumbuh menjadi individu-individu yang mandiri, pribadi yang merdeka (independent) .
Kemandirian masing-masing warga negara yang terbangun dan meningkat pada akhirnya secara kumulatif kebangsaan akan memampukan setiap kelompok masyarakat atau setiap daerah otonom untuk bisa menggerakkan roda kemajuan bangsa dan negara Indonesia. Hal ini disadari amat sukar bagi sebuah bangsa dengan kharakteristik Indonesia yang lebih banyak kurang menguntungkan antara lain sifat SMS (Senang Melihat-orang Susah, dan Susah Melihat-orang Senang). Sifat ini kemudian melahirkan sifat turunan lainnya, yakni rasa iri, dengki, sombong, sikut-sana sikut-sini, jilat-atas injak-bawah, dan seterusnya. Di jajaran birokrasi pemegang otoritas pemerintahan, muncul sifat tamak, kegemaran melakukan korupsi yang parah, baik sendiri-sendiri maupun berjamaah, suka merampok harta milik rakyat berupa lahan untuk hidup (hutan, pertambangan, dan lain-lain), dan bahkan doyan membunuhi rakyatnya sendiri.
Banyak ilmuwan mulai percaya bahwa sifat bangsa Indonesia itu merupakan bawaan lahir alias sifat genetik bangsa yang tidak mungkin dihapus dalam pergantian dua-tiga generasi. Perlu beratus tahun untuk melenyapkan sifat “biadab” itu dari diri bangsa ini. Dalam kondisi itu, pada akhirnya kita boleh berpikir realistis bahwa kemerdekaan bagi rakyat Indonesia tidak lebih dari sebuah utopia belaka. Selamat menanti hari kemerdekaan rakyat Indonesia, beratus tahun lagi…***

Sumber: Google & http://lateralbandung.wordpress.com

Cegah agar photo / video tidak tandai orang iseng

Pernah gak sih, kamu mendapat pemberitahuan / notification jika photo/video anda telah di tandai atau di tag oleh teman di facebook, senangkah anda? Sure, kamu akan senang tentunya karena koleksi photomu bertambah, tapi, bagaimana jika photo yang di tandai adalah photo atau video yang aneh-aneh dan plus umur 18+, dan kamu belum cukup umur wadooooh, tentu itu sangat membuatmu ill feel kan?

Nah kali ini admin akan memposting tips facebook bagaimana agar tidak semua orang bisa nge tag anda, caranya yaitu:

1. Login ke facebook, masuk pada bagian setting -> privacy setting

2. Pilih sub menu profile

3. Lihat pada bagian Photos Tagged of You, pilih customize.

4. Pilih setting siapa yang diizinkan melihat foto atau video yang di tag dengan nama anda. anda juga bisa membuat pengecualian siapa orang tertentu yang tidak anda izinkan melihat foto-foto dan video anda.

Cara Setting Modem All Operator

Jaringan komunikasi semakin hari semakin terbuka lebar. Salah satunya adalah jaringan komunikasi melalui internet. Internet menjadi bagian yang tak terpisahkan, termasuk untuk warga negara Indonesia yang berdasarkan data dari Internetworldstats.com telah ada sekitar 30juta pengguna Internet di Indonesia hingga September 2009. Apalagi pengguna tahun 2010, dijamin akan meningkat lebih besar lagi dari tahun 2009.

Nah, posting kali ini ingin berbagi cara setting Modem dengan menggunakan operator yang ada, khususnya di Indonesia. Mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda semua, juga bagi saya tentunya.


Baiklah, saya akan tuliskan cara setting modem untuk masing-masing operator yang ada. Selamat membaca dan mempraktekkan !!! (Jika ada pertanyaan, cantumkan pada kolom komentar. Insya Allah saya akan secepatnya menjawabnya).



Setting Modem Untuk Operator TELKOMSEL:
  • Username: wap
  • Password: wap123
  • APN: telkomsel
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator XL:
  • Username: xlgprs
  • Password: proxl
  • APN: www.xlgprs.net
  • Dial Number: *99***1#
Setting Modem Untuk Operator FLASH:
  • Username: wap
  • Password: wap123
  • APN: flash
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator Indosat M2 - IM2:
  • Username: (sesuai yang didaftarkan)
  • Password: (sesuai yang didaftarkan)
  • APN: indosatm2
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator MENTARI:
  • Username: indosat
  • Password: indosat
  • APN: indosatgprs
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator MENTARI PAKET GPRS:
  • Username: indosat@durasi
  • Password: indosat@durasi
  • APN: indosatgprs
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator MATRIX:
  • Username: indosat
  • Password: indosat
  • APN: indosat3g
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator INDOSAT M3 - IM3:
  • Username: gprs
  • Password: im3
  • APN: www.indosat-m3.net
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator IM3 - Paket GPRS:
  • Username: indosat@durasi
  • Password: indosat@durasi
  • APN: indosatgprs
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator THREE - 3:
  • Username: 3gprs
  • Password: 3gprs
  • APN: 3gprs
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator AXIS:
  • Username: AXIS
  • Password: 123456
  • APN: AXIS
  • Dial Number: *99#
Setting Modem Untuk Operator NATRINDO:
  • Username: nts
  • Password: natrindo
  • APN: ntswap
  • Dial Number: *99#
Sekian informasinya. Semoga bermanfaat.

Contoh Pidato HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Saudara-saudara sekalian !
Yang saya hormati Dosen Stai Darul Qalam Drs. Habibullah .
Yang saya hormati mahasiswa/ mahasiswi Stai Darul Qalam .
Alangkah bahagianya saya selaku menjabat sebagai ibu kepada Negara Indonesia, pada hari ini ! pada hari ini, kita merayakan hari pendidikan Nasional, yang bertempat dilapangan Istana Bogor pada tanggal 2 Mei 2007. Dengan memperingati Pendidikan Nasional semoga kita lebih semangat /bangkit untuk memajukan dan mencerdaskan pendidikan anak-anak bangsa agar berguna bagi bangsa, Negara dan Agama.
Pertambahan anak umur sekolah yang cepat dan pertambahan lulusan tiap jenjang pendidikan yang besar, tapi tidak diikuti penambahan prasarana dan sarana pendidikan yang cepat dan memadai, menimbulkan masalah bagi pemerintah untuk memberikan “pendidikan dan pengajaran” pada semua warga Negara sebagaimana diamanatkan oleh undang- undang Dasar.
Persoalan ini krusial mengingat beragamanya geografis nusantara yang luas dan terpencar dengan tingkat perkembangan sosial-ekonomi-kultural berbeda. Ketika itu untuk pertama kali pelaksanakan REPELITA dengan tekanan pada pembangunan ekonomi yang dipandang sebagai landasan bagi aspek- aspek lain dari pembangunan nasional. Dalam pembaruan pendidikan perhatian difokuskan pada upaya-upaya perbaikan dan peningkatan kualitas serta penataan kesempatan mendapat pendidikan. Mengenai yang terakhir ini sulitlah dicapai bila hanya melalui cara-cara konvesial yaitu memanfaatkan teknologi komunikasi dan teknologi ,informasi radio dan televisi. Pada tahun 2007 pemerintah telah menetapkan APBN untuk pendidikan sebesar 20% bagi SD, SLTP dan SLTA. Program dan kegiatan yang dilakukan tidak semata-mata atas dasar pertambahan jumlah gedung sekolah, guru, buku dan lain-lain.


Alternatif yang didentifikasikan adalah :

1. Penambahan daya tampung SLP yang dilakukan baik dengan penambahan sekolah baru
2. Peningkatan daya tampung sekolah- sekolah swasta
3. Pengembangan sekolah terbuka dengan media korespodensi, modul, siaran radio, siaran televisi dan lain-lain
4. Pembukaan kursus- kursus ketrampilan praktis diluar sekolah sebagai jalur penyaluran kemasyarkat..

Ki Hajar Dewantara (1889-1959) seorang tokoh pendidikan Indonesia yang memprokarsai berdirinya lembaga pendidikan Taman siswa. Dia lebih terkenal dengan filsafat” tut wuri handayani, hing madya mangun karsa, hing ngarso sung tulada. Dewantara mengklasifikasikan tujuan pandidikan dengan istilah “ tri-nga”(tiga “nga-nga adalah huruf terakhir dalam abjad jawa ajisak). “Nga” pertama adalah ngerti” (memahami /aspek intelektual). “Nga kedua” adalah “ngrasa” adalah (merasakan aspek afeksi), dan “nga” ketiga adalah “nglakonin” (mengajarkan atau aspek psikomotorik). Merumuskan tujuan pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Menurut Dewantara, adalah hak tiap orang untuk mengatur diri sendiri, oleh karena itu pengajaran harus mendidik anak menjadi manusia yang merdeka batin, pikiran, dan tenaga. Pengajaran jangan terlampau mengutamakan kecerdasan pikiran karena hal itu dapat memisahkan orang tepelajar dengan rakyat.
Akhir sampai disini, semoga bangsa Indonesia lebih meningkatkan dan mencerdaskan serta menciptakan anak-anak didik yang produktif, kreatif, dan inovatif yang berguna bagi bangsa dan Negara, Menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri yang dapat memenuhi kebutuhan global

Untuk informasi dapat datang langsung ke Gedung 
SMA Almubarak SMK Bintang Nusantara
Jl. Raya Cileduk – Jombang No. 15 Pondok Aren.
Tangerang Selatan 15226 Banten
Telp. (021) 7458912 – 74862847 Fax. (021) 7486284

Multimedia

Pesatnya perkembangan teknologi memacu SMK Binusa untuk menyiapkan tenaga ahli profesional dalam bidang Multimedia dalam hal Mengoperasikan :
  • Membuat dan mengoperasikan CD Interaktif untuk Presentasi
  • Software dan periferal digital illustration
  • Digital imaging dan web design
  • Mengoperasikan software dan periferal multimedia
  • 2D animation, dan 3D animation
  • Mengoperasikan software dan periferal digital audio (Audio Editing)
  • Digital video dan visual effects
Lulusan diharapkan mampu untuk mengisi berkarir maupun bekerja dibidang Advertising, home production, perfilman, digital audio editing dan video editing, web developer.

Keahlian Akuntansi

Kompetensi-kompetensi yang diajarkan di Program Keahlian Akuntansi meliputi :

1.Membuat Bukti Transaksi
2.Mencatat Buku Jurnal
3.Mencatat Buku Besar
4.Menyusun Laporan Keuangan
5.Mengelola Administrasi Perpajakan

Dengan menguasai kompetensi-kompetensi tersebut, para siswa lulusan Program Keahlian Akuntansi diharapkan dapat bekerja di masyarakat untuk jenis-jenis pekerjaan :

1.Pembuat Bukti Transaksi
2.Pencatat Buku Jurnal
3.Pencatat Buku Besar Umum
4.Pengelola Kas (Chaiser)


5.Pencatat Administrasi Kas dan Bank
6.Pengelola Administrasi Penjualan
7.Pengelola Administrasi Pembelian
8.Pencatat Kartu Piutang
9.Pencatat Kartu Utang
10.Pencatat Kartu Persediaan Barang Dagang
11.Pencatat Kartu Perlengkapan
12.Pencatat Kartu Gudang
13.Pencatat Kartu Daftar Aktiva Tetap
14.Pengelola Administrasi Perpajakan
15.Pembuat Daftar Gaji dan Upah
16.Penyusun Laporan Keuangan

Demikian gambaran sekilas pembelajaran di program keahlian akuntansi.

Administrasi Perkantoran

Tujuan Umum :
Menyiapkan tenaga pelaksana di bidang Administrasi Perkantoran yang memiliki pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap sebagai manusia yang bertanggung jawab dan mecintai profesi pekerjaannya.
Tujuan Khusus :
SMK Program Keahlian Administrasi Perkantoran sebagai bagian dari pendidikan menengah, bertujuan menyiapkan siswa / tamatan :
  1. Memasuki lapangan kerja serta dapat mengembangkan sikap professional dalam lingkup keahlian Bisnis dan Manajemen, khususnya Administrasi Perkantoran.
  2. Mempu memilih karier, mampu berkompetisi dan mampu mengembangkan diri dalam lingkup keahlian Bisnis dan Manajemen, khususnya Administrasi Perkantoran
  3. Menjadi tenga kerja tingat menengah untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri pada saat ini maupun masa yang akan datang dalam lingkup keahlian Bisnis dan Manajemen, khususnya Administrasi Perkantoran
  4. Menjadi warga Negara yang produktif, adaptif, selektif dan kreatif.
Jabatan dan Lingkup Pekerjaan :
Bidang pekerjaan yan dapat diisi oleh tamatan Program Keahlian Administrasi Perkantoran antara lain :
  1. Administrasi Perkantoran Yunior
  2. Juru Tata Usaha Kantor
  3. Administrasi Perkantoran Muda (Yunior Secretary)
  4. Juru Tik
  5. Resepsionis
  6. Juru Steno
  7. Operator Komputer
  8. Operator Telepon, Telex dan Facsimile,
  9. Arsiparis / Agendaris
  10. Petugas Humas / Keprotokolan
Kompetensi Tamatan :
  • Kemampuan umum : Tamatan Program Studi Administrasi Perkantoran dapat menampilkan diri sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, sehat jasmani dan rohani, berkepribadian yang mantap dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan
  • Kemampuan Produktif : Kompetensi Produktif yang dimiliki tamatan program Administrasi Perkantoran adalah seperti tercantum pada Profil Kompetensi Tamatan Administrasi Perkantoran.

Tek. Komp. & Jaringan (TKJ)

Sesuai kebutuhan perkembangan IT dirancang untuk menyiapkan tenaga ahli profesional dalam :
  • Perawatan PC, Jaringan, troubleshooting PC dan jaringan
  • Menginstalasi perangkat komputer personal (PC)
  • Menginstalasi system operasi (OS), Menginstalasi OS jaringan dan aplikasi
  • Menginstal perangkat jaringan berbasis lokal dan berbasis luas
  • Merancang bangun dan mengadministrasikan jaringan berbasis luas.
Lulusan diharapkan mampu terjun di dunia entrepreneur atau kepengusahaan sekaligus siap terjun kedunia kerja sebagai ahli teknisi yang handal dalam bidangnya.

YAYASAN ALMUBARAK
Gedung SMA Almubarak SMK Bintang Nusantara (Binusa)
Jl. Raya Pondok Aren - Jombang No. 15 telp. (021) 7458912,. 74860717 fax. 74864847 kode pos. 15224